Bersepeda Ria ala Diabetesi

Bersepeda Ria ala Diabetesi
dr.Elisabeth Susianiwati

Bersepeda telah menjadi hal baru yang digemari masyarakat saat new normal. Hampir setiap hari tampak pemandangan orang bersepeda memenuhi jalanan. Peminatnya pun kian hari bertambah karena menawarkan olahraga sekaligus berekreasi setelah aktivitas di rumah. Menurut American Diabetes Associaton, bersepeda santai merupakan salah satu olahraga aerobik dengan moderate physical activity (MPA) yang direkomendasikan bagi diabetesi. MPA adalah aktivitas fisik yang membutuhkan usaha sedang yang meningkatkan denyut jantung dan pernapasan hingga 50% dibandingkan saat istirahat.

Bersepeda dapat membantu tubuh untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kontrol gula darah. Di samping itu pembakaran kalori mencapai hingga 3x lipat dari normal, sehingga cocok untuk diabetesi yang mengalami obesitas. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan 3x seminggu dengan durasi 30-60 menit. Walaupun demikian tidak semua diabetesi dapat dengan bebas melakukan olahraga layaknya orang normal. Persiapan yang matang diperlukan agar tidak menggangu berjalannya kegiatan serta mencegah komplikasi diabetes. Berikut ini adalah beberapa tips bersepeda ria ala diabetesi.

1. Cek Gula Darah
Pemeriksaan gula darah sebelum bersepeda merupakan hal penting yang perlu dilakukan. Gula darah yang terlalu rendah maupun tinggi dapat mencetuskan timbulnya komplikasi diabetes. Selama bersepeda, tubuh membutuhkan energi yang didapatkan dari pemecahan glukosa darah. Tentunya, hal ini dapat memperburuk kondisi hipoglikemia pada kadar gula darah yang rendah. Pada kondisi lain, berolahraga menyebabkan kondisi peningkatan gula darah secara signifikan oleh pemecahan glukosa via metabolisme anaerobik karena kebutuhan energi yang berlebihan. Batas gula darah yang disarankan cukup aman untuk bersepeda adalah 100-250 mg/dl. Selama berolahraga cek gula darah juga dapat dilakukan setiap 30 menit sekali.

2. Siapkan Dirimu
Persiapan adalah kunci utama kesuksesan dalam melakukan aktivitas termasuk bersepeda. Diabetesi dapat memulai persiapan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung indek glikemik rendah maupun sedang sebelum bersepeda agar kadar gula darah tetap terjaga. Cairan yang cukup juga diperlukan sehingga tubuh tetap terhidrasi. Peregangan juga tidak kalah penting agar terhindari dari kram otot maupun cedera selama bersepeda.

3. Perhatikan Sepedamu
Diabatesi, terutama dengan gula darah yang belum terkontrol relatif memilki penyembuhan luka yang lebih lama serta infeksi. Sepeda yang nyaman harus dipersiapkan agar merasa tenang dan nyaman. Oleh sebab itu diabatesi perlu memperhatikan beberapa hal seperti milih sepeda yang sesuai dengan tinggi serta perawatan rutin seperti rem maupun oil maupun kebersihan sepeda. Pemilihan pedal juga disarankan untuk memilih pedal dengan pinggir yang rata dan tumpul di banding dengan yang bergerigi. Hal ini mengingat diabetesi rentan mengalami luka di kaki. Selain itu jangan lupa untuk menggunakan helm dan alat keselamatan lain selama bersepeda.

4. Bersepeda aman
Ketika bersepeda diabetesi harus menghindari jalan yang tidak rata, berlubang, maupun berlumpu agar tidak mengalami luka maupun cidera. Jalan yang terlalu ramai dengan kendaraan bermotor juga bukan pilihan yang cocok untuk bersepeda aman. Adapula saat bersepeda sebaiknya kecepatan berada antara 20-25 km/jam. Batas kecepatan ini merupakan kecepatan yang aman serta mampu mencapai MPA. Selain itu kewaspadaan dan hati-hati juga perlu ditingkatkan.
Bagi diabetesi, olahraga bersepeda dapat menjadi pilihan kegiatan olahraga yang nyaman dan menyenangkan. Melalui persiapan yang baik dan tepat dapat memberikan manfaat baik bagi kesehatan. Walaupun demikian, bagi diabatesi yang ingin bersepeda di saat new normal tetap disarankan untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, membawa handsanitizer, menghindari keramaian, tidak bersepeda dalam kelompok besar serta tetap menjaga jarak aman.

0 Comments

©2020 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?