Awas, ini 4 Penyakit Mata akibat Diabetes – Selain Retinopati Diabetik!

Awas, ini 4 Penyakit Mata akibat Diabetes – Selain Retinopati Diabetik!

Penulis: dr. Nathania Sutandi, MRes

Gula darah yang tidak terkontrol pada penderita diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya pada organ mata. Gangguan penglihatan pada diabetesi sangat bervariasi mulai dari pandangan kabur hingga berujung pada kebutaan. Oleh sebab itu, penting bagi diabetesi untuk mengenali gejala dan kelainan mata apa saja yang umum ditemukan agar kondisi kelainan mata berat dapat dicegah. Seperti yang kita ketahui, retinopati diabetik merupakan kelainan mata yang paling sering ditemui pada diabetesi. Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada lapisan saraf mata (retina) dan merupakan penyebab utama kebutaan pada usia 20-64 tahun. Selain retinopati diabetik, terdapat pula penyakit mata lain yang dapat disebabkan oleh diabetes. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Katarak

Katarak merupakan penyakit mata yang ditimbulkan akibat kekeruhan lensa. Pada umumnya, populasi orang normal juga memiliki risiko mengalami katarak, terutama pada usia tua. Namun, diabetesi dengan gula darah tidak terkontrol akan memicu katarak muncul lebih awal dan berkembang cepat. Gejala umumnya berupa pandangan kabur seperti tertutup bayangan putih. Tatalaksana dari katarak sendiri adalah  operasi penggantian lensa yang sudah keruh dengan lensa buatan/artifisial. 

2. Glaukoma

Diabetesi memiliki risiko lebih tinggi mengalami glaukoma. Keadaan ini disebabkan cairan mata tidak mengalir dengan baik sehingga menimbulkan peningkatan tekanan bola mata yang berujung pada kerusakan saraf mata dan gangguan lapang pandang secara perlahan. Selain itu, pada penderita diabetes, dapat pula terbentuk pembuluh darah baru pada iris mata (bagian mata yang berwarna) yang memperbutuk kondisi glaukoma. Tatalaksana pada penderita glaukoma adalah dengan obat tetes mata golongan prostaglandin, beta-blocker, atau diuretik. Namun jika tidak teratasi, tindakan operasi juga dapat dilakukan.

3. Mata kering

Sindrom mata kering sering ditemui pada penderita diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% diabetesi mengalami mata kering. Hal ini disebabkan oleh kerusakan saraf perifer otonom yang mengatur produksi lapisan air mata. Gejala mata kering diantaranya adalah sensasi berpasir pada mata, gatal, silau, dan kemerahan. Pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan tetes air mata buatan. Selain itu, penggunaan gadget yang terlalu lama dan paparan angin dari pendingin ruangan secara langsung juga perlu dihindari. 

4. Edema makula diabetik

Edema makula diabetik merupakan kondisi lebih lanjut dari retinopati diabetik. Pada penyakit ini, terdapat penumpukan cairan pada bagian makula saraf mata yang memiliki fungsi utama sebagai penerima cahaya. Pada penderita edema makula, terdapat keluhan bervariasi berupa penglihatan kabur, bergelombang, pandangan ganda, hingga dapat menimbulkan kebutaan. Selain itu dapat pula ditemui bayangan melayang pada lapang pandang yang sering disebut sebagai floaters. Adapun pengobatannya dengan menggunakan laser atau injeksi anti-VEGF.

Pemeriksaan mata rutin menjadi kunci dalam mengurangi resiko kelainan mata pada diabetesi. Oleh sebab itu, diabetesi dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis mata setiap tahun sekali. Selain itu, bila diabetesi mengalami keluhan mata mendadak seperti penglihatan buram, muncul bintik hitam, terasa silau, atau pandangan terhalang segera temui dokter spesialis mata terdekat. Lebih awal pemeriksaan dilakukan, lebih cepat pula kelainan mata dapat dikenali dan diatasi.

 

 

0 Comments

©2020 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?