Orang “Manis” Cenderung Kena Maag?

Diabetes dan Dispepsia

oleh dr. Christopher S Suwita

 

diambil dari lybrate.com

 

Dispepsia, yang sering kita sebut sebagai penyakit “maag”, adalah suatu keluhan yang cukup sering dirasakan oleh masyarakat umum. Dispepsia didefinisikan sebagai sensasi tidak nyaman di daerah ulu hati, baik dengan maupun tanpa keluhan perut lainnya. Sensasi tersebut tidak melulu berupa nyeri saja, melainkan dapat berwujud sebagai mual, begah, kembung, dan keluhan tidak khas lainnya. Dispepsia terutama disebabkan gangguan gerakan lambung-usus halus (disebut motilitas), sensitifnya persarafan lambung yang mendeteksi regangan sebagai nyeri, atau infeksi bakteri H pylori. Oleh karena itu, ciri khas dispepsia adalah keluhan sangat dipengaruhi oleh makanan, meski tidak pada semua kasus.

Diabetes mellitus (DM) sendiri merupakan sebuah penyakit tidak menular yang semakin umum dijumpai di negara berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup sedenter dewasa ini. Di Indonesia, jumlah penderita DM telah mencapai 1.5% dari total penduduk dan kita telah meraih peringkat keempat sebagai negara dengan kasus DM terbanyak. Ditambah lagi, di samping jumlahnya yang cukup banyak, tidak jelas berapa banyak penderita DM di Indonesia yang telah mencapai target kontrol metabolik sesuai rekomendasi yang ada.

 

Berbagai literatur telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kontrol diabetes dan dispepsia. Hampir 75% pasien DM ternyata pernah mengalami dispepsia. Angka tersebut lebih tinggi lagi pada pasien DM dengan kontrol gula buruk. Hal tersebut disebabkan kadar glukosa darah yang tinggi bersifat merusak pada sistem saraf karena akan meningkatkan kadar radikal bebas, menurunkan suplai oksigen ke saraf, dan mengganggu penghantaran sinyal normal. Sebagai akibat dari gangguan persarafan lambung, maka terjadi dua hal: (1) gangguan motilitas lambung (gastroparesis), dan; (2) sinyal abnormal dari lambung ke otak. Makanan yang masuk menjadi terlambat dicerna sehingga menyebabkan rasa penuh, begah, dan adanya sinyal abnormal saat lambung penuh akan diterima sebagai sensasi nyeri oleh otak.Bagaimana seorang pasien DM dapat mengatasi dispepsia yang umum dialami sebagai akibat dari gangguan persarafan lambung? Oleh karena itu, tidak jarang pasien dengan DM yang gula darahnya tidak terkontrol seringkali mengeluh begah, rasa tidak enak di perut yang sebenarnya dapat perbaikan bila gula darah terkontrol, sehingga tidak melulu bergantung dengan obat lambung. Kontrol gula darah dengan sebaik-baiknya, mulai dari sekarang dan cegah berbagai komplikasi diabetes sedini mungkin.

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2013.
Wolosin JD, Edelman SV. Diabetes and gastrointestinal tract. Clin Diabetes 2000; 18(4).
Wild S, Roglic G, Green A, Sicree R, King H. Global prevalence of diabetes: estimates for the year 2000 and projections for 2030. Diabetes Care 2004; 27:1047–53.

0 Comments

©2018 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?