Lebaran Tanpa Risi, Bagi Diabetesi

 

Lebaran Tanpa Risi, Bagi Diabetesi

Bulan Ramadan telah mencapai penghujung akhirnya, selamat bagi para diabetesi (penderita diabetes) yang berhasil menjaga asupan makanan dan diet ketatnya selama berpuasa. Hari raya lebaran sudah tinggal sebentar lagi, akankah pola diet berubah? Lebaran sangat identik dengan banyaknya sajian makanan dan minuman manis, bersoda, bersantan dan berlemak seperti opor atau gulai yang gurih. Lalu bagaimana cara mensiasati lebaran bagi diabetisi agar tidak tergoda untuk melakukan tindakan “balas dendam” saat disuguhkan dengan sajian yang beraneka ragam di hari lebaran?

1. Memilih Menu Makanan

Pada hari lebaran akan ada banyak jenis makanan yang dapat kita pilih. Hati-ati akan adanya banyak godaan makanan dengan lemak jenuh seperti, kuah gulai, rendang, dan opor, maupun makanan dan minuman manis. Makanan dengan karbohidrat kompleks seperti oat, sereal, sayuran, buah-buahan dan kacang polong adalah pilihan terbaik. Perhatikan pula kandungan gula yang terdapat di dalam makanan maupun minuman. Menurut WHO, asupan gula dalam sehari sebaiknya hanya sekitar 25 gram atau kira-kira sebanyak 2 sendok makan.

Sesekali, kita boleh mencicipinya, tetapi senantiasa perhatikan porsinya, karena diabetesi memiliki kecenderungan kadar kolesterol dan trigliserida yang mudah meningkat. Tidak ketinggalan, batasilah asupan karbohidrat, setidaknya 55 persen dari kebutuhan energi total. Misalnya kebutuhan energi harian 2.000 kkal, maka jumlah karbohidrat maksimal 275 gram (1.100 kkal). Hal terpenting bagi diabetesi adalah menjaga porsi makan yang sedikit namun dengan frekuensi yang sering.

2. Modifikasi Makanan 

Ingin mencicipi kue atau minuman manis? Gantilah pemanis makanan dengan memilih pemanis rendah kalori ataupun non-kalori. Ingat ya, cicip bukan berarti bisa mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan. Selesai mencicipinya, ganti minuman manis dengan air putih atau teh tawar. Konsumsi air putih akan mencegah kenaikan gula darah secara tiba-tiba. Di samping itu, air putih juga dapat memberi rasa kenyang lebih lama. Sementara alternatif untuk konsumsi kue kering dan es buah, pilihlah buah potong yang segar. Kandungan air dan serat dari buah tentu lebih menyehatkan bagi diabetesi.

3. Memeriksa Gula Darah secara Mandiri

Pemeriksaan gula darah secara mandiri akan memantau secara berkala kadar gula darah. Bagi diabetesi, hal ini berlaku layaknya rambu-rambu yang menjadi tindakan pencegahan saat tergoda dengan berbagai jenis makanan. Pemeriksaan ini juga membantu dokter dalam menyesuaikan obat berserta dosisnya. Idealnya tes mandiri dilakukan dua kali sehari. Sebagai contoh, hari Senin (sebelum makan pagi dan 2 jam setelahnya), Selasa (sebelum makan siang dan 2 jam setelahnya), Rabu (sebelum makan malam dan 2 jam setelahnya), dst. Pemeriksaan seperti ini biasanya diterapkan untuk diabetesi  dengan terapi insulin, sedangkan untuk terapi dengan obat oral, pemeriksaan dilakukan lebih longgar. Namun, perlu diingat bahwa jadwal pemeriksaan harus disesuaikan dengan kondisi diabetesi dan anjuran dokter yang merawatnya.

4. Berolahraga  

Olah raga secara teratur dengan rentang waktu minimal 30 menit setiap hari dapat membantu tubuh lebih sehat. Jalan cepat atau jalan kaki menjadi alternatif yang dapat dipilih. Olahraga bertujuan untuk membakar kalori dan untuk mencegah penimbunan kelebihan energi dalam bentuk lemak di dalam tubuh diabetesi. Ajaklah keluarga atau sahabat untuk melakukan jalan santai bersama setelah perayaan lebaran dan silaturahmi selesai, sehingga olah raga dapat menjadi lebih menyenangkan.

Selamat merayakan hari kemenangan, selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah!

0 Comments

©2021 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?