Kontrol Gula Darah, Raih Berkah Ramadhan

Kolaborasi Sobat Diabet dengan MSD Indonesia dalam Menyambut Ramadhan 1440 H

Osy mewakili Sobat Diabet dalam kolaborasi dengan MSD

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1440 H, Sobat Diabet diajak berkolaborasi bersama Merck Sharp & Dohme Indonesia (MSD) yang menggelar acara bertajuk “Kontrol Gula Darah, Raih Berkah Ramadan, Waspada Hipoglikemia Saat Berpuasa” di Jakarta pada tanggal 26 April lalu. Acara ini dihadiri oleh Prof. DR. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD yang merupakan Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), dr. Suria Nataatmadja selaku Medical Affairs Director, Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia, salah satu anggota Sobat Diabet, Osy yang merupakan diabetesi dan juga beberapa rekan media dan blogger.

Acara ini digelar untuk memberikan pemahaman mengenai risiko hipoglikemia bagi penyandang diabetes (diabetesi) pada saaat berpuasa. Hipoglikemia sendiri merupakan kondisi kadar gula dalam darah berada di level yang rendah atau di bawah 70 mg/dl. Kebanyakan diabetesi akan mengalami keadaan ini pada saat menunaikan ibadah puasa mengingat pola makan yang berubah selama bulan Ramadan.

Seperti dipaparkan oleh Prof. Ketut bahwa dalam studi di 13 negara dengan mayoritas berpenduduk muslim termasuk Indonesia, kejadian hipoglikemia lebih besar terjadi saat puasa dibandingkan tidak puasa. Kondisi ini jika tidak ditangani secara akurat dan tepat dalam waktu yang segera dapat memicu kondisi gawat yang membahayakan seseorang, seperti kehilangan kesadaran sampai kondisi terparah yakni memicu serangan jantung.

Hipoglikemia sendiri dapat dikenali dengan beberapa gejala seperti jantung berdebar, tremor, gelisah, berkeringat, dan kesemutan. Keadaan ini senada dengan yang diceritakan oleh Osy pada sesi tersebut. Menurut pengalamannya dalam menjalani hari-hari bersama diabetes, pada saat hipoglikemia gejala yang sangat mudah dikenali adalah munculnya keringat dingin, badan lemas dan gemetar.

Tak hanya itu, mood swing juga menjadi salah satu gejala yang dialami. Ketika dalam kondisi ini, mood seorang diabetesi akan sangat sensitif sekali sampai sampai mudah marah dan merasa gelisah. Osy menambahkan jika sudah hipoglikemia dia seperti berubah menjadi orang lain karena perasaan tersebut. Dia mengutip salah satu quotes yang pas untuk menggambarkan kondisi ini dengan “You deserve me better when you can handle me when I’m low (hypoglycemia)”.

Bagi diabetesi, kondisi ini salah satunya dapat disebabkan oleh jumlah insulin yang terlalu banyak digunakan selama berpuasa. Sebelum memasuki bulan puasa, diabetesi disarankan untuk dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui dosis insulin atau obat-obatan lainnya yang pas selama berpuasa dan juga melakukan pengecekan gula darah rerata selama 3 bulan melalui test HbA1c. Seseorang dengan riwayat HbA1c di atas 9% memiliki risiko tinggi saat berpuasa. Selain itu, pola makan juga harus disesuaikan selama bulan puasa mengingat mereka hanya makan 2 kali seperti dengan menambahkan porsi buah-buahan dan sayuran pada saat sahur dan berbuka serta mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik rendah seperti biji-bijian, beras merah, produk susu rendah lemak dan kacang-kacangan.

Jadi, sudah siapkan sekarang untuk menyambut bulan Ramadhan. Jangan sampai diabetes menjadi penghalang kita untuk meraih berkah di bulan Suci ini.

0 Comments

©2019 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?