Konsumsi Gula Pada Anak dan Risiko Diabetes

Author : Venna Bella Sabatina

Your habits will determine your future –Jack Canfield

Pasti sobat sudah tidak asing lagi  dengan quotes di atas, bahwa kebiasaan akan menentukan masa depan kita. Kebiasaan yang kita bangun sekarang akan membuahkan suatu hasil pada masa depan. Salah satu contoh adalah mengonsumsi makanan yang manis sejak kecil, nyatanya kebiasaan mengonsumsi makanan manis sejak kecil dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes loh ! Kok bisa sih?

Hal ini dikarenakan mengonsumsi makanan manis berhubungan dengan meningkatnya asupan  energi yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan berlebih hingga obesitas.   Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas lebih berisiko memiliki resistensi insulin yang merupakan penyebab dari diabetes melitus tipe dua.1

Insulin adalah salah satu hormon yang dihasilkan oleh pankreas yang berfungsi untuk memasukkan gula ke dalam sel sehingga sel dapat menggunakannya sebagai energi. Jika terjadi resistensi insulin maka kadar gula dalam darah akan meningkat karena sel tidak dapat merespon insulin secara normal. Selain itu, mengonsumsi makanan manis berlebih juga dapat meningkatkan risiko terkena berbagai macam penyakit lainnya seperti penyakit jantung dan stroke.1

Asosisasi Akademi Pediatri Amerika merekomendasikan anak di bawah 2 tahun untuk tidak mengonsumsi gula tambahan, sedangkan rekomendasi gula tambahan harian untuk anak berusia 2 tahun atau lebih adalah sebesar 25 gram (6 sendok teh).2

Lalu bagaimana cara untuk mengatur asupan gula pada anak?

  1. Melatih selera anak

Saat memperkenalkan makanan padat pada anak, jangan mulai dengan makanan manis. Jika kita tidak memperkenalkan gula secara berlebihan sejak awal, maka anak tidak akan terlalu menginginkannya. Hindari makanan dengan gula berlebih seperti soda, teh manis, dan kopi.3

  1. Membuat makanan sehat sendiri untuk anak

Saat mengolah makanan sendiri, kita dapat mengurangi penggunaan gula tambahan. Pilih jenis gula alami dan sesuaikan jumlahnya. 3

  1. Mencoba untuk mengganti kebiasaan konsumsi gula

Mengubah kebiasaan konsumsi gula pada anak memang tidak mudah dan harus dibiasakan secara perlahan. Misalnya apabila anak memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi minuman manis setiap  hari, kita dapat menggantinya perlahan dengan memberikan air minum dengan buah atau sparkling water yang memiliki rasa yang alami.3

Walaupun kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, namun gula alami seperti yang terdapat pada buah, gandum, kacang, atau produk susu juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.3

Ingat segala sesuatu yang berlebihan juga tidak baik, dan teruslah memantau asupan gula anak, karena lebih baik mencegah daripada mengobati !

 

Referensi  :

  1. Prevent Type 2 Diabetes in Kids [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2017. Available from: https://www.cdc.gov/diabetes/prevent-type-2/type-2-kids.html
  2. Korioth T. Added sugar in kids’ diets: How much is too much? [Internet]. American Academy of Pediatrics. 2019. Available from: https://www.aappublications.org/news/2019/03/25/sugarpp032519How Much Sugar is Too Much for Your Child? – Health Essentials from Cleveland Clinic [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2020. Available from: https://health.clevelandclinic.org/what-to-do
0 Comments

©2021 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?