Kembali Beraktivitas Bersama Diabetesi di Era New Normal

Kembali Beraktivitas Bersama Diabetesi di Era New Normal

dr. Nathania Sutandi, MRes

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai provinsi di Indonesia mulai dilonggarkan. Namun, dengan semakin meningkatnya jumlah kasus COVID-19 yang terjadi di Indonesia dan belum ditemukannya vaksin untuk mencegah penyakit ini, masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga produktivitasnya di tengah pandemi COVID-19 dengan menjalankan tatanan baru yang disebut new normal. Sebenarnya apa itu new normal? New normal mengacu pada perubahan pola hidup masyarakat yang sesuai dengan protokol kesehatan dan diberlakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap pandemi COVID-19.

Seperti yang telah kita ketahui, penderita diabetes dan penyakit kronis lainnya seperti penyakit kardiovaskuler, hipertensi, sindrom metabolik, dan asma merupakan kelompok yang rentan memperoleh efek yang parah dan prognosis buruk dari infeksi virus COVID-19. Data penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematian penderita diabetes yang terinfeksi COVID-19 adalah tiga kali lipat dibandingkan dengan penderita secara umum. Oleh sebab itu, dalam menghadapi era new normal di tengah pandemi COVID-19 ini, hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh para diabetesi?

Tips Pencegahan COVID-19 untuk Diabetesi yang Mulai Beraktivitas di Era New Normal

1. Sering mencuci tangan dan hindari menyentuh daerah wajah.
Kebiasaan mencuci tangan perlu untuk selalu diingat oleh para diabetesi, terutama karena diabetes harus memegang obat yang rutin mereka konsumsi atau gunakan baik dalam bentuk oral maupun injeksi.

2. Tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak agar terhindar dari paparan virus.
Diabetesi dianjurkan untuk berada di luar rumah hanya untuk keperluan yang sangat penting selama era new normal. Hindari penggunaan moda transportasi umum atau bepergian ke tempat yang ramai saat physical distancing tidak dapat dilakukan.

3. Jika berada di luar rumah, selalu gunakan masker dan jaga jarak.
Jaga jarak yang dianjurkan adalah lebih dari 1 meter. Selain itu, diabetesi juga wajib menggunakan masker, dapat berupa masker kain yang sebaiknya dicuci atau direndam air sabun setelah digunakan selama maksimal 4 jam.

4. Tetap konsumsi obat secara rutin dan teratur.
Konsumsi dan penggunaan obat harus tetap dilakukan secara teratur dan sesuai jadwal yang telah dianjurkan oleh dokter. Tidak perlu khawatir bahwa persediaan obat akan habis. Pengambilan obat disarankan dilakukan untuk dua atau tiga bulan kedepan. Bagi pengguna BPJS kesehatan, pemberian obat satu bulan lebih awal di apotek PRB atau instalasi farmasi rumah sakit juga telah difasilitasi

5. Jaga pola makan yang sehat dan seimbang serta lakukan olahraga yang cukup.
Pola makan seimbang dan olahraga yang teratur tetap dilakukan sesuai anjuran dokter. Olahraga dapat diganti menjadi olahraga indoor atau di dalam lingkungan rumah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

6. Cek gula darah secara teratur.
Diabetesi diasarankan untuk memiliki alat pemeriksaan glukosa darah mandiri di rumah. Kontrol gula darah yang ketat harus dilakukan mengingat kontrol gula darah yang buruk merupakan predisposisi diabetesi untuk menderita infeksi yang parah. Segera hubungi dokter melalui konsultasi darurat jika terdapat perburukan kontrol gula darah yang berat seperti hipoglikemia atau hiperglikemia dengan penurunan kesadaran.

7. Manfaatkan layanan telemedicine untuk kontrol ke fasilitas layanan kesehatan.
Konsultasi langsung dengan dokter di klinik sebisa mungkin dihindari karena dapat meningkatkan resiko terpapar COVID-19 selama menunggu di ruang tunggu. Banyak rumah sakit yang telah memanfaatkan teknologi telemedicine berupa sistem pelayanan daring/online baik dengan menggunakan email, whatsapp, videocall, telepon genggam, atau platform khusus untuk sarana konsultasi. Oleh sebab itu, diabetesi dapat menghubungi rumah sakit atau klinik layanan kesehatan tempat diabetesi berobat dan menanyakan perubahan layanan di fasilitas layanan kesehatan tersebut. Bagi diabetesi peserta program jaminan kesehatan nasional (JKN/BPJS), terdapat layanan untuk komunikasi dan konsultasi langsung melalui aplikasi “Mobile JKN Fasilitas Kesehatan.”

 

0 Comments

©2020 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?