KAMU dan Pentingnya Menjaga Imunitas bagi Diabetesi

dr.Elisabeth Susianiwati

Imunitas telah menjadi topik bahasan yang sedang marak di tengah pandemi COVID-19. Banyak orang berlomba-lomba dalam menjaga maupun meningkatkan sistem imun guna melakukan pencegahan. Lalu bagaimana dengan diabetesi? Tentunya diabetesi juga tak ingin kalah dalam menjaga imunitas, terlebih diabetes termasuk salah satu komorbid yang dapat ditemukan pada pasien COVID-19. Diabetes berhubungan dengan disfungsi imunitas sehingga diabetes rentan terhadap infeksi. Selain itu, infeksi yang terjadi mampu memperburuk kondisi diabetes bahkan dapat mencetuskan komplikasi, seperti ketoasidosis diabetik.

Diabetes dapat mempengaruhi berbagai sistem tubuh, tak terkecuali sistem imun tubuh. Disfungi sistem imun disebabkan oleh hiperglikemia yang terus menurus sehingga memperkrasai terjadinya inflamasi kronis, kerusakan pembuluh darah dan terciptanya lingkungan yang cocok untuk tumbuhnya mikroorganisme.

Proses inflamasi kronis pada diabetes menyebabkan penurunan aktivitas sel natural killer (NK) serta meningkatkan reaktivitas sitokin proinflamasi. Sel NK berperan dalam membubuh mikroorganisme serta aktivasi sel imun sehingga penurunan tersebut akan menggangu kinerja sistem imun ditambah adanya reaktivtas sitokin yang mampu memperparah kondiri inflamasi yang terjadi. Selain itu proses glikasi pada kondisi hiperglikemia menghasilkan produk glukosa bersifat toksik terhadap pembuluh darah. Kerusakan pembuluh darah yang terjadi dapat menggangu aliran darah yang memfasilitasi sel-sel imun menuju tempat infeksi. Kondisi hiperglikemia juga menciptakan lingkungan kaya sumber energi bagi mikrooorganisme untuk berkembang biak.

Menyadari hal tersebut, penting bagi diabetesi untuk selalu menjaga imunitas tubuh, meskipun nantinya pandemi COVID-19 telah usai. Menjaga imutitas diabetesi dengan individu normal tidaklah jauh berbeda. Walaupun demikian terdapat hal-hal penting yang harus diperhatikan diabetesi. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantu diabatesi dalam menjaga imunitas tubuh.

1. Kontrol gula darah
Kontrol gula darah merupakan kunci utama dalam mencegah penurunan imunitas tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan dengan kontrol gula darah yang buruk sejalan dengan penurunan fungsi sistem imun. Kontrol gula darah dapat dicapai dengan menerapkan pola hidup sehat. Konsumsi obat yang sesuai dan tepat waktu juga perlu diperhatikan agar kontrol gula darah tercapai. Pemeriksaan medical checkup berkala juga tak kalah penting untuk mengetahui kadar gula darah serta modifikasi terapi yang tepat.

2. Asupan makan tepat
Asupan makan diabatesi harus selalu dijaga untuk menghindari kenaikan gula darah yang tiba-tiba. Diabatesi harus mengurangi makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan kalori. Porsi makan seimbang dan konsumsi buah dan sayur penting agar memperoleh makronutrien, mikronutrien, dan vitamin yang adekuat. Sebaiknya diabetesi juga mengonsumsi makanan yang membantu meningkatkan sistem imun yaitu: beri, jahe, kunyit, yogurt, bawang putih dan buah atau sayur yang kaya akan vitamin seperti tomat, kiwi, dan jeruk

3. Konsumsi vitamin dan mineral
Diabatesi dapat memperoleh vitamin dari makanan maupun suplemen. Makan makanan yang tepat dapat mencukupi kebutuhan vitamin serta mineral, namun jika belum tercapai dapat diperoleh dengan mengonsumsi suplemen tambahan. Suplemen yang dapat dikonsumsi berupa suplemen yang mengandung vitamin C, Vitamin D, zinc, zat besi maupun mikronutrien lain. Kandungan suplemen tersebut dapat berfungsi sebagai antioksidan maupun kofaktor berbagai enzim tubuh termasuk regulasi sistem imun.

4. Ubah pola aktivitas
Pola hidup sedentary life seringkali menghantui diabetesi terutama ketika pandemik ini. Himbauan untuk “di rumah aja” masih disalahartikan untuk tidak melakukan aktivitas. Aktivitas kecil yang dapat dilakukan untuk mengubah sedentary life adalah mengganti waktu bermedia sosial untuk membersihkan rumah atau hal lain yang menjaga tubuh untuk tetap beraktivitas. Olaharaga sebaiknya dilakukan 5 kali seminggu dengan minimal waktu 30 menit (total 150 menit per minggu). Istirahat dan tidur cukup juga diperlukan karena kurangnya istirahat dapat menyebabkan stress tubuh yang dapat memengaruhi metabolisme serta mengurangi kinerja sistem imun. Oleh sebab itu, keseimbangan aktivitas dan istirahat harus dicapai untuk mengoptimalkan sistem imun.

Tata cara dalam menjaga dan meningkatkan imunitas diabetesi sebenarnya sederhana dan mudah dilakukan. Dengan menerapkan “KAMU” yaitu Kontrol gula darah, Asupan makan tepat, Minum vitamin dan mineral secukupnya dan Ubah pola aktivitas dapat membuat diabatesi untuk tetap sehat selama pandemik maupun kegiatan sehari-hari nanti. Jadi “KAMU” diabetesi, ayo mulai dari sekarang!

0 Comments

©2020 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?