Health Day for Young Refugees

Health Day for Young Refugees

Foto bersama di akhir acara

Sampai dengan akhir Desember 2017, sebanyak 13.840 pengungsi terdaftar di UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) secara kumulatif, mayoritas datang dari Afghanistan (55%), Somalia (11%) dan Iraq (6%). Dari beragam pengungsi tersebut, sebagian besar adalah kalangan usia produktif, termasuk anak muda usia 20-30 tahun. Sayangnya, tidak sedikit dari mereka yang cukup kesulitan mendapat akses kesehatan (tidak berlakunya jaminan kesehatan). Selain masalah akses kesehatan, ternyata sebagian besar mereka juga tidak memiliki edukasi cukup terkait bagaimana hidup sehat. Beberapa yang telah teredukasi merasa kesulitan untuk menerapkan hidup sehat karena minimnya sumber daya (akses makanan, pendidikan, dan olahraga).

Oleh karena itu pada tanggal 17 Maret 2019, Sobat Diabet berkolaborasi dengan Sandya Institute mengadakan seminar kesehatan dalam usaha pencegahan penyakit kronis, diabetes. Sandya Insititute adalah organisasi nonprofit yang bergerak dalam usaha memperjuangkan hak dan keadilan kaum minoritas, salah satunya adalah kaum pengungsi.

Acara hari itu dihadiri kurang lebih 25 orang pengungsi muda internasional (usia 20-30 tahun) dari berbagai negara, seperti Afganistan, Somalia, Ethiopia, Iraq. Dimulai dari dr Rudy, founder Sobat Diabet yang memaparkan apa itu diabetes, bagaimana mengenali diabetes dan mencegahnya, dilanjutkan oleh Yulianto, Msc, dosen I3L sekaligus relawan Sobat Diabet divisi nutrisi, membagikan tips memilih nutrisi sehat dan terjangkau. Para peserta sangat antusias, menanyakan contoh makanan sehat di Indonesia yang dapat dikonsumsi hingga menceritakan pengalaman mereka ataupun keluarga mereka dalam menghadapi diabetes. Saat itu hadir juga Diovio sebagai founder Sandya Institute turut berbagi cerita perjuangan dalam membela hak-hak minoritas.

Kegiatan seminar hari itu ditutup dengan pengecekan gula darah. Untungnya dari pengecekan hari itu tidak yang menunjukkan hasil diabetes, tetapi beberapa masuk dalam kriteria prediabetes yang harus lebih waspada. Para peserta pulang dengan membawa satu misi, yakni berkomitmen untuk hidup lebih sehat sehingga mampu menjadi panutan bagi orang di sekitarnya.

Risiko terkena diabetes dapat terjadi di siapapun, di kalangan manapun. Kita semua tahu bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Jadi tunggu apa lagi? Mari hidup sehat sejak dini.

Pengecekan kadar gula darah pada salah satu peserta

 

0 Comments

©2019 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?