Era Telemedicine bagi Diabetesi

Era Telemedicine bagi Diabetesi

dr. Nathania Sutandi, MRes

Penggunaan telemedicine kian ramai diperbincangkan akhir-akhir ini, terutama dengan munculnya pandemi virus Covid-19 yang membatasi aktivitas masyarakat. Telemedicine sendiri telah banyak dikembangkan di berbagai belahan dunia dalam dekade terakhir, meskipun penggunaannya di Indonesia sendiri baru dimulai sejak beberapa tahun terakhir.

Apa itu telemedicine?

Telemedicine merupakan suatu metode pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan pasien berkonsultasi secara virtual dengan dokter tanpa harus bertemu secara langsung di fasilitas layanan kesehatan. Salah satu penggunaan telemedicine yang marak di Indonesia adalah aplikasi dengan fitur chat langsung dengan dokter. Dengan semakin meningkatnya penggunaan internet dan smartphone di era global ini, telemedicine dapat menjadi jawaban dalam mempermudah akses layanan kesehatan.

Pengobatan Diabetes dengan Telemedicine

Layanan telemedicine ini memberikan dampak yang cukup signifikan terutama pada penyakit-penyakit kronis, salah satunya diabetes. Perlu diingat bahwa kontrol gula darah dengan asupan nutrisi, olahraga, dan konsumsi obat-obatan teratur merupakan kunci utama dalam pengobatan pasien dengan penyakit ini.

Telemedicine dapat digunakan sebagai sarana pemantauan kondisi diabetesi secara lebih akurat, intensif, dan efisien. Dengan demikian, diharapkan diabetesi dapat berperan aktif dalam perencanaan pengobatannya sendiri yang bertujuan agar kendali gula darah dapat dicapai secara optimal.

Studi yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa telemedicine dapat membantu mengurangi level HbA1C secara signifikan pada penderita Diabetes. Selain itu, kepatuhan berobat diabetesi juga meningkat secara signifikan. Hasil ini konsisten dengan studi sebelumnya yang dilakukan oleh yang menunjukkan bahwa intervensi dengan telemedicine dapat memperbaiki kontrol gula darah diabetesi secara signifikan.

Keunggulan Teknologi Telemedicine dalam Pengobatan Diabetes

Berikut merupakan beberapa poin keunggulan telemedicine sebagai sarana tambahan dalam pengobatan diabetes :
1. Kemudahan pelayanan kesehatan interaktif
Telemedicine memungkinkan dokter dan pasien untuk dapat berinteraksi secara real-time, salah satunya dengan fitur video call atau chat yang mampu menghadirkan pengalaman yang menyerupai proses tatap muka saat kunjungan klinis di fasilitas layanan kesehatan.

2. Monitoring (pemantauan) secara konsisten
Penyakit diabetes sendiri merupakan penyakit yang membutuhkan pemantauaun konstan. Dengan adanya telemedicine ini, monitoring secara konsisten dapat dilakukan sehingga dokter dapat lebih memahami kondisi pasien.

3. Sarana edukasi untuk modifikasi gaya hidup
Pilar tatalaksana diabetes lainnya mencakup pola nutrisi yang sehat dan olahraga teratur. Teknologi digital ini diharapkan mampu untuk menjadi sarana edukasi bagi pasien untuk memiliki pola hidup yang lebih sehat. Selain itu, telemedicine juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi preventif bagi anggota keluarga pasien.

4. Kemudahan akses layanan kesehatan
Pasien yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan jarak dan tempat dapat lebih proaktif dalam pengobatan penyakitnya.

5. Penyimpanan data kesehatan pasien secara komprehensif
Data klinis pasien dapat disimpan secara menyeluruh agar dapat dengan mudah diakses jika dibutuhkan untuk kepentingan evaluasi atau rujukan ke dokter lain.


Akses Telemedicine untuk Diabetesi di Indonesia

Salah satu platform resmi yang dibuat oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) adalah Temenin (Telemedicine Indonesia), yang dapat diakses oleh masyarakat melalui https://temenin.kemkes.go.id untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara daring. Selain itu, layanan telemedicine lainnya yang dikembangkan oleh masing-masing rumah sakit juga telah banyak dipublikasikan.

Sebagai kesimpulan, telemedicine secara umum dinilai efektif dan efisien dalam membantu pengobatan pasien dengan Diabetes, baik tipe I maupun tipe II. Namun, perlu diingat pula bahwa peran telemedicine tidak dapat menggantikan proses konsultasi langsung secara keseluruhan, salah satunya dengan keterbatasan pemeriksaan fisis yang tidak dapat dilakukan melalui telemedicine. Dengan demikian, metode ini diharapkan dapat menjadi pelengkap dan bagian dari pelayanan kesehatan pasien dengan diabetes tidak hanya pada era pandemi virus Covid-19, melainkan juga di masa yang akan datang.

0 Comments

©2020 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?