Efek Puasa Terhadap Kesehatan Diabetesi

Efek Puasa Terhadap Kesehatan Diabetesi

 

Penulis: dr. Nathania Sutandi, MRes

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dimana umat Muslim menjalani ibadah puasa. Bagi penderita diabetes, hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran tersendiri terutama terkait dengan kesehatannya. Oleh sebab itu, penting bagi diabetesi untuk memahami berbagai dampak dari puasa terhadap kesehatannya. Kira-kira apa saja efek positif dan negatif dari puasa sendiri untuk kesehatan fisik dan mental diabetesi? Yuk kita simak urainnya!

Perubahan pola hidup sehari-hari seperti apa yang mungkin dialami diabetesi saat berpuasa?

Diabetesi mungkin perlu beradaptasi dengan beberapa perubahan selama periode puasa, di antaranya:

  1. Perubahan pola makan

Diabetesi dianjurkan untuk tetap mengonsumsi pola makan seimbang dalam memenuhi kalori yang dibutuhkan saat puasa. Dengan terbatasnya waktu makan, jumlah kalori harian diabetesi secara umum terbagi menjadi 3 yaitu 40-50% saat buka puasa, 30-40% saat sahur, dan 10-20% untuk makanan ringan diantara buka puasa dan sahur atau saat tarawih. Kebutuhan cairan juga harus dipenuhi dengan minum air putih yang cukup. Selain itu, dengan puasa, diharapkan diabetesi mampu menahan diri untuk menghindari berbagai kebiasaan makan yang buruk. Rekomendasi nutrisi diabetesi saat puasa berbeda untuk masing-masing orang sesuai dengan usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, penyakit penyerta. Konsultasikan ke ahli nutrisi atau dokter terkait untuk pengaturan pola makan diabetesi selama masa puasa.

  1. Perubahan jadwal aktivitas fisik

Pada diabetesi, olahraga berlebih selama periode puasa perlu dihindari, mengingat risiko hipoglikemia yang tinggi. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan olahraga dan peregangan tubuh ringan setelah berbuka puasa. 

  1.   Perubahan pola tidur

Dengan terbatasnya waktu yang diperbolehkan untuk makan saat periode puasa, makanan berlemak dan tinggi kadar gula kerap menjadi pilihan utama pada saat jam buka puasa atau sahur. Jenis makanan ini tentunya dapat mengganggu pola tidur diabetesi. Selain itu, hipoglikemia pada malam hari/ nokturnal hipoglikemia juga sering mengganggu waktu tidur saat malam hari. Oleh sebab itu, waktu tidur yang cukup sangat penting untuk diabetesi untuk mencegah pengeluaran energi berlebih saat puasa dan mengurangi risiko terjadinya hipoglikemia.

  1.   Perubahan jadwal pengecekan gula darah mandiri dan minum obat

Dengan meningkatnya risiko hipoglikemia dan hiperglikemia saat puasa, diabetesi wajib berkonsultasi dengan dokter terkait untuk mengatur dosis obat yang diminum, jadwal minum obat yang sesuai, dan jadwal pengecekan gula darah mandiri. Diabetesi wajib mengetahui tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia dan segera memeriksakan kadar gulanya untuk mencegah kondisi yang berat. Diabetesi disarankan untuk membatalkan puasa jika gula darah <70 mg/dL atau >300 mg/dL.

 

Apa saja manfaat puasa untuk diabetesi?

Manfaat untuk kesehatan fisik

Puasa secara umum telah terbukti dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik individu, terutama diabetesi di antaranya dengan :

  • Mengurangi berat badan

Penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan dialami oleh diabetesi dengan indeks massa tubuh (IMT) normal, overweight, dan obese secara sementara selama periode puasa hingga 2-5 minggu setelah puasa selesai. Adapun penurunan berat badan yang ideal adalah 0.5-1 kg per minggu.

  • Memperbaiki kadar HbA1c dan gula darah

Puasa memberikan dampak positif dengan mengontrol kadar gula darah puasa dalam tubuh dengan meningkatkan sensitivitas insulin.

  • Mengurangi kolesterol dalam darah

Kadar kolesterol dalam darah yang berkurang menyebabkan penurunan deposit lemak dalam tubuh dan organ sehingga mengurangi lingkaf perut dan mengurangi risiko terjadinya perlemakan pada organ hati.

  • Mengontrol tekanan darah

Puasa memberikan efek positif dengan mengontrol tekanan darah, detak jantung, dan otot-otot jantung sehingga mengurangi risiko terjadinya komplikasi diabetes seperti serangan jantung dan gagal jantung

 

Manfaat untuk kesehatan mental

Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental individu, terutama diabetesi diantaranya dengan mengurangi kecemasan, depresi, dan stres. Selain itu, dengan puasa, kepercayaan diri,  penerimaan diri, relasi sosial, dan pengembangan diri individu juga meningkat. Berbagai kebiasaan seperti berbuka puasa bersama dan berdoa bersama dapat meningkatkan kesempatan sesama anggota keluarga dan lingkungan komunitas untuk menjalin silaturahmi dan berbagi dengan sesama.

 

Apa saja efek negatif yang mungkin dialami diabetesi saat berpuasa?

Selain manfaat, diabetesi juga harus siap dalam menghadapi beberapa tantangan yang mungkin muncul saat berpuasa agar puasa dapat berjalan lancar. Adapun tantangan tersebut diantaranya:

  1. Kurangnya waktu tidur dan perubahan pola tidur yang dapat menyebabkan kelelahan dan kurangnya konsentrasi
  2. Perubahan gula darah signifikan yang dapat menyebabkan keluhan tidak nyaman
  3. Perasaan mudah lelah dan kurang bertenaga
  4. Meningkatnya risiko komplikasi akut diabetes seperti hipoglikemia
  5. Perubahan sementara berat badan
  6. Perasaan stres dan kekhawatiran berlebih dalam menjalani puasa yang mempengaruhi mood

 

0 Comments

©2021 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?