Sudah Terkontrolkah Kamu Diabetesi ? 

Sudah Terkontrolkah Kamu Diabetesi ? 

dr. Elisabeth Susianiwati

 

Seperti yang kita ketahui, diabetes merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan tapi dapat dikontrol. Namun taukah Sobat Diabet, apa sih yang dimaksud dengan diabetes terkontrol? Atau penasarankah Sobat mengenai komponen apa yang harus dipantau agar diabetesi dalam kondisi yang terkontrol?. Berbicara tentang diabetes tentu parameter ini mengarah pada kadar gula darah. Tapi apakah Sobat yakin hanya kadar gula darah yang perlu dipantau?.

PERKENI 2019, menyebutkan jika diabetes terkontrol adalah terkendalinya kadar gula darah, kadar lipid (lemak) serta status gizi dan tekanan darah sesuai target.  Mengapa demikian? Hal ini berkaitan dengan pengendalian diabetes tidak hanya sebatas gula darah tapi kondisi metabolik lain serta beragam komplikasi yang mungkin terjadi. Jadi diabetesi jangan happy dulu jika gula darahnya normal!

 

Kriteria Sasaran Pengendalian Diabetes (Perkeni 2019)

Parameter Sasaran
Indeks Masa Tubuh  (kg/m2) 18,5-22,9
Tekanan Darah <140/<90 mmHg
Kadar Gula Darah HbA1C (%) < 7  atau 7,5-8,5 (usia lanjut)
Glukosa darah prepandial kapiler (mg/dl) 80-130
Glukosa darah 2 jam postprandial kapiler (mg/dl) <180
Kadar Lipid Kolestrol LDL (mg/dl) <100 dan <70 (bila resiko komplikasi jantung tinggi)
Trigliserida (mg/dl) <150
Kolestrol HDL Laki-laki > 40; Perempuan >50
Apolipoprotein B (mg/dl) <90

 

Berikut ini adalah beberapa komponen kriteria yang di pantau dalam pengendalian diabetes

  1. Indeks Masa Tubuh (IMT)

Pengaturan pola makan dan asupan gizi seimbang termasuk dalam pilar penatalaksanaan diabetes. Hal ini dapat dilakukan dengan pengukuran status gizi menggunakan IMT. Berat badan yang ideal menunjukkan kecukupan pemasukan dan pengeluaran kalor adekuat.  Pengukuran ini dapat dilakukan dengan membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan2 (m2).

  1. Tekanan Darah

Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemui pada diabetesi. Kondisi ini dicetuskan karena adanya kerusakan maupun peningkatan beban aliran darah pada pembuluh darah oleh tingginya kadar gula darah. Adapun hipertensi meningkatkan risiko komplikasi seperti gangguan jantung,  ginjal maupun mata. Oleh sebab itu target tekanan darah harus tercapai dan pemantuan rutin setiap kunjungan perlu dilakukan.

  1. Kadar Gula Darah

Kadar gula darah merupakan komponen utama pengendalian pada diabetes. Pemantauan dapat dilakukan dengan pemeriksaan HbA1c atau hemoglobin terglikosilasi untuk melihat indeks kontrol glikemik. Pemeriksaan ini dapat dilakukan setiap tiga bulan. Pada kondisi tidak tersediannya pemeriksaan HbA1c dapat menggunakan rerata gula darah preprandial atau glukosa darah postprandial selama 3 bulan terakhir.

4. Kadar Lipid

Resistensi insulin pada diabetes memicu peningkatan proses pembentukan asam lemak bebas. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya lipotoksistas atau akumulasi abnormal lemak pada jaringan. Bersama dengan hipertensi, kondisi ini dapat memicu terjadinya pembentukan plak pembuluh darah yang memicu dan meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi diabetes maupun berbagai organ lainnya. Beberapa parameter pemantauan yang digunakan adalah kolestrol baik (High Density Lipoprotein/HDL),  kolestrol jahat (Low Density Lipoprotein/LDL), trigliserida dan apolipoprotein B (Apo B).

0 Comments

©2021 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?