Diabetes & Puasa, Perhatikan 3M

Diabetes dan Puasa, Perhatikan 3M

Ramadan adalah bulan penuh kemuliaan dan berkat terutama bagi umat Muslim. Bulan ini digunakan untuk merefleksikan diri baik dengan agama maupun hubungan dengan orang lain.  Berbagai hal diupayakan untuk mencapai kemuliaan di bulan Ramadan, termasuk dengan berpuasa.

Agar tetap dapat berpuasa dengan baik  diabetesi (penderita diabetes)  harus  memenuhi kondisi kesehatan tertentu seperti cek gula darah, medical assessment dan konseling. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana agar diabetesi dapat menjalankan puasa dengan lancar

Selain mempersiapkan diri  dalam berpuasa, terkadang terdapat perubahan tidak disadari. Perubahan tersebut meliputi perubahan gaya hidup baik pola makan atau aktivitas, berkurangnya waktu tidur, perubahan jenis dan waktu minum obat. Ternyata perubahan  ini dapat memicu terjadinya stres, terlebih lagi  jika ada kecemasan akan kegagalan dalam berpuasa. Kondisi stres ini dapat membawa dampak kurang baik. Stres dapat memicu kenaikan hormon katekolamin dan kortisol sehingga mengakibatkan kenaikan gula darah yang cukup signifikan.

Mengetahui tingginya risiko stres pada diabetesi maka perlu dilakukan pencegahan. Salah satu cara adalah dengan melakukan manajemen stres. Manajemen stres dapat dilakukan dengan memperhatikan “ 3M” , yaitu meliputi Meals, Medication, dan Meditation-Exercise.

1. Meals

Makanan merupakan faktor terpenting yang perlu diperhatikan. Umumnya, dalam sehari diabetesi dianjurkan mengkonsumsi makanan dengan frekuensi yang lebih sering. Hal ini dilakukan agar kadar gula darah tetap terjaga. Sementara pada saat berpuasa,  seseorang hanya diperbolehkan makan pada saat sahur, berbuka, dan di antara waktu berbuka hingga sahur. Perubahan ini tentunya akan memperngaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Agar kadar gula darah tetap terjaga, diabetesi  dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan moderate energy-low carbohydrate, tinggi serat, dan rendah lemak. Anjuran selanjutnya adalah hindari minuman manis dan perbanyak minum air putih agar diabetesi terhindar dari dehidrasi.

2. Medication

Selama berpuasa para diabetesi harus tetap menjalankan pengobatan sesuai yang dianjurkan oleh dokter. Penggunaan insulin dan obat oral (minum) maupun adanya perubahan pengobatan perlu diperhatikan. Pengobatan yang benar dan tepat waktu sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.

Ketika diabetesi yang sedang berpuasa menderita hipoglikemia (kadar gula darah <60 mg/dL) atau <70 mg/dL pada 3 jam pertama  setelah sahur, puasa wajib dihentikan. Hal ini juga berlaku ketika kadar gula darah melebihi 300 mg/dL.

3. Meditation-Exercise

Kegiatan spiritual dan melakukan aktivitas selama Ramadan juga sangat bermanfaat untuk  mengurangi stres. Membaca buku rohani, shalat, latihan aerobik ringan, maupun latihan yang  dianjurkan dokter membawa pengaruh yang baik. Di samping menambah optimisme dan kemantapan  jiwa dalam berpuasa, akitivitas yang dilakukan dapat menjaga kondisi tubuh agar tetap fit serta mengurangi risiko hiperglikemi (kadar gula darah tinggi).

Bagi diabetesi, olahraga dapat dilakukan 2 jam setelah berbuka puasa. Olahraga  menurunkan kemungkinan komplikasi yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar gula darah secara mendadak setelah berbuka puasa.

Selama memiliki kemantapan jiwa dan kesiapan diri dalam berpuasa, para diabetesi tetap dapat berpuasa dengan lancar. Ketiga poin manajemen stres ini, diharapkan dapat mengurangi risiko stres sehingga dapat  berpuasa dengan hikmat. Selamat menjalankan ibadah puasa.

 

0 Comments

©2021 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?