Diabetes Melitus dan Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Diabetes Mellitus dan Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Diambil dari GMWatch

Oleh dr Annisa P Nachrowi

Apa itu perlemakan hati?
Perlemakan hati (fatty liver) adalah kondisi di mana lemak menumpuk di hati. Perlemakan hati dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Pada orang-orang yang tidak mengkonsumsi alkohol atau hanya sedikit mengkonsumsi alkohol, perlemakan hati juga dapat terjadi. Kondisi tersebut dikenal sebagai penyakit perlemakan hati non-alkoholik (Non Alcoholic Fatty Liver Disease/NAFLD). Penyakit perlemakan hati non-alkoholik terbagi menjadi 2 jenis, yaitu perlemakan hati tanpa peradangan (Non Alcoholic Fatty Liver/NAFL) dan perlemakan hati disertai peradangan (Non Alcoholic Steatohepatitis/NASH). Perlemakan hati disertai peradangan sering ditemukan pada orang-orang dengan kelebihan berat badan, diabetes melitus, kadar kolesterol yang tinggi, atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Bagaimana gejala perlemakan hati dan apa bahayanya?
Perlemakan hati umumnya tidak menimbulkan gejala. Biasanya pasien baru menyadari adanya kelainan di hati karena terdapat kelainan pada hasil pemeriksaan darah atau ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan radiologis (ultrasonografi) perut. Meskipun demikian, kadang-kadang perlemakan hati dapat berujung pada kerusakan hati serius yang disebut sebagai sirosis. Sirosis dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti bengkak pada kaki, kesulitan bernapas, perut yang membesar, muntah darah, kuning, atau cepat lelah. Jika sudah terjadi sirosis, kondisi hati tidak akan dapat kembali seperti semula. Selain itu, sirosis juga menjadi faktor risiko terjadinya kanker hati.

Mengapa orang dengan diabetes melitus harus mewaspadai perlemakan hati?
Hati berperan penting dalam keseimbangan dan metabolisme glukosa. Melalui mekanisme yang belum sepenuhnya dipahami, pasien diabetes mellitus tipe 2 lebih rentan terhadap bentuk perlemakan hati yang lebih berat, serta lebih banyak berprogresi menjadi kanker hati. Adanya diabetes mellitus tipe 2 dan perlemakan hati secara bersamaan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Adanya perlemakan hati juga berhubungan dengan meningkatnya berbagai komplikasi diabetes mellitus.

Bagaimana mengobati perlemakan hati?
Perlemakan hati tidak diobati secara langsung, melainkan dengan memperbaiki kondisi medis lain yang mempengaruhi. Perubahan gaya hidup, seperti diet rendah lemak dan kalori tak berlebih, olah raga, dan menurunkan berat badan telah terbukti memperbaiki perlemakan hati. Kontrol gula darah yang baik pada pasien diabetes dan menurunkan kadar kolesterol pada pasien dengan kolesterol tinggi juga akan memperbaiki penyakit perlemakan hati non-alkoholik.

Referensi:

Patient education: nonalcoholic fatty liver disease, including nonalcoholic steatohepatitis (NASH) (The Basics). Diunduh dari https://www.uptodate.com/contents/nonalcoholic-fatty-liver-disease-including-nonalcoholic-steatohepatitis-nash-the-basics (September 2018)

Bril F, Cusi K. Management of nonalcholic fatty liver disease in patients with type 2 diabetes: a call to action. Diabetes Care 2017;40(3):419-30.

Sheth SG, Chopra S. Epidemiology, clinical features, and diagnosis of nonalcoholic fatty liver disease in adults. Diunduh dari: https://www.uptodate.com/contents/epidemiology-clinical-features-and-diagnosis-of-nonalcoholic-fatty-liver-disease-in-adults (April 2018)

0 Comments

©2018 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?