CITA CINTA YOUNG SPIKES INDONESIA

Ajang kompetisi kreatif Young Spikes Indonesia kembali diadakan pada Agustus 2014 ini. Femina Group sebagai perwakilan resmi Spikes Asia menggelar Cita Cinta Young Spikes Indonesia 2014 bekerja sama dengan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jakarta. Ada dua kategori kompetisi, yaitu media dan integrated, yang dapat diikuti oleh tim pasangan dua anak muda maksimal berusia 28 tahun. Kompetisi kreatif yang telah diadakan sebanyak enam kali ini, rupanya menarik banyak perhatian dan partisipasi dari kalangan anak muda Indonesia.

 

Berlokasi di Gedung Femina, pada tanggal 23 Agustus 2014 yang lalu, sekitar 170 anak muda mengikuti briefing mengenai tugas besar kompetisi tahun ini. Mengusung tema pencegahan diabetes sejak usia muda, penyelenggara CC Young Spikes Indonesia 2014 bekerja sama dengan komunitas Sobat Diabet sebagai jajaran juri kompetisi ini. Tema diabetes ini diangkat karena tingginya angka penderita diabetes dan ironisnya mulai menyerang kaum muda, termasuk di Indonesia.

sbevent2

Menurut data International Diabetes Federation (IDF), angka penderita diabetes di dunia mencapai 382 juta jiwa di tahun 2013. Ironisnya angka tersebut akan berlipat ganda di tahun 2035, apabila tidak dilakukan tindakan pencegahan sejak dini. Minimnya sosialisasi mengenai diabetes dinilai menjadi salah satu penyebab utama tingginya kasus penyakit ini. Selain itu, faktor gaya hidup kaum urban saat ini yang serba instan, mengonsumsi junk foods, dan rendahnya aktivitas fisik, juga memicu diabetes.

Tugas besar bertemakan pencegahan diabetes ini harus dikumpulkan dalam batas waktu maksimal 24 jam untuk kategori media, dan maksimal 48 jam untuk kategori integrated. Bapak Irfan Ramli, selaku Ketua P3I Jakarta, menegaskan tidak ada tambahan waktu bagi para peserta dalam pengumpulan tugas ini. Terlambat semenit dari waktu yang telah ditentukan, karya peserta sudah tidak akan diterima oleh panitia penyelenggara kompetisi ini. Karena sesungguhnya waktu yang diberikan kepada peserta untuk mengerjakan tugas besar sudah lebih dari cukup.

Sekitar 70 total karya peserta kompetisi kategori media dan integrated diterima panitia CC Young Spikes Indonesia 2014 pada 24 dan 25 Agustus 2014. Setelah melewati diskusi yang cukup panjang dan cukup seru di kalangan jajaran juri, akhirnya diperolehlah finalis kompetisi kreatif ini. Terdapat enam finalis yang lolos dari masing-masing kategori. Malam hari pada 27 Agustus 2014, 12 tim finalis yang lolos akan dihubungi dan diminta untuk mempersiapkan presentasi pada keesokan harinya.

Pada hari presentasi inilah, para tim finalis akan berhadapan langsung dengan para juri. Siapa sajakah mereka? Untuk kategori media, jajaran juri terdiri dari Himanshu Shekar (Mindshare), Farid Ganio (AMP Group), Pangesti Bernardus (Femina Group), dan dr Rudy Kurniawan (Sobat Diabet). Sementara untuk kategori integrated, terdapat Brian Capel (Leo Burnett), Janoe Arijanto (Dentsu Strat), Lembu Wiworodjati (Colourist), Pangesti Bernardus (Femina Group), dan dr Rudy Kurniawan (Sobat Diabet) sebagai juri.

sbevent3

sbevent4

Beragam konsep menarik dan fresh diajukan oleh para finalis dalam rangka mencegah diabetes di usia muda, baik dari kategori media maupun integrated. Dengan ciri khas dan gaya presentasi masing-masing, para tim finalis berusaha meyakinkan juri untuk memenangkan konsep yang mereka presentasikan. Dari kategori media, enam konsep yang ditawarkan para finalis antara lain free wi-fi, pemutaran video, kerja sama dengan penjahit, pemasangan cermin unik, alarm pagi hari, dan konsep hari bebas manis. Konsep yang ditawarkan dari kategori lainnya juga tidak menarik. Split the sugar, Standard Nasi Indonesia (SNI), the blur project, chubby child clothing, seasoning song, dan Sugarush, keenam konsep ini dipresentasikan di hadapan 5 orang juri kategori integrated. Siang hari itu, bukan hanya supporter dari masing-masing tim finalis saja yang turut hadir dalam ruangan presentasi. Mr. Terry Savage, Chairman of Cannes Lions juga menyempatkan dirinya untuk ikut menyaksikan jalannya presentasi beberapa tim finalis dalam kompetisi ini.

Seusai presentasi seluruh tim finalis dari masing-masing kategori, para juri melakukan diskusi seru yang cukup panjang dalam menentukan pemenang kompetisi. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada hari itu juga dalam acara Awarding Night. Pada 28 Agustus 2014 inilah diperoleh 1 pemenang dari masing-masing kategori media dan integrated yang akan mewakili negara Indonesia untuk berkompetisi di Spikes Asia yang akan diakan di Singapura. Setelah Mr. Terry Savage memberikan presentasinya mengenai Cannes Lions, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, pengumuman pemenang kompetisi.

Lila Thalita dan Wisnu Satya Putra perwakilan dari TCP-TBWA diumumkan sebagai pemenang CC Young Spikes Indonesia 2014 dari kategori media. Konsep media yang mereka ajukan adalah media free wi-fi bagi anak-anak muda Indonesia sambal menyebarkan informasi mengenai diabetes. Sementara dari kategori integrated, pemenangnya adalah Arya Richir and Defri Dwipaputra dari Denstsu Strat dengan konsep Standard Nasi Indonesia. Selamat bagi kedua pemenang kompetisi kreatif tahun ini! Tetap semangat melanjutkan perjuangannya di kompetisi tingkat Asia dan harumkanlah nama Indonesia! J

0 Comments

Leave a reply

©2019 Sobat Diabet. Web Development by POCIX

Forgot your details?